Rabu, 27 Juni 2012

Mengenal Pemanfaatan Teknologi Biogas


Krisis energi yang melanda dunia pada tahun 1970 menyebabkan per-masalahan ekonomi untuk beberapa negara, khususnya negara berkembang yang masih bergantung pada impor bahan bakar minyak dan gas. Peningkatan permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan pesatnya perkembangan teknologi industri, maka kebutuhan akan energi terbarukan menjadi pertimbangan yang sangat penting. Usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 5 Tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif pengganti bahan bakar minyak. Salah satu sumber energi alternatif yang dikembangkan adalah biogas. Apabila biogas dikembangkan dengan baik dan benar, maka akan memberi solusi bagi dua masalah sekaligus, yakni menghasilkan sumber energi yang terbarukan dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Biogas (atau sering disebut “marsh gas”) merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari fermentasi anaerobik dari bahan organik. Biogas banyak dikenal sebagai sumber energi alternatif. Bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi biogas biasanya dikelompokan sebagai material limbah seperti kotoran manusia, kotoran hewan, limbah sayuran atau tumbuhan dan limbah lumpur organik, bahan-bahan tersbut merupakan bahan yang kaya akan nutrien yang dibutuhkan oleh mikroba anaerob  untuk pertumbuhanya. Keberadaaan bahan-bahan organik tersebut mudah didapat dan terjamin kontinuitasnya, selain itu yang terpenting bahan-bahan organik tersebut ramah lingkungan. Faktor utama keberadaan bahan-bahan organik dipertimbangkan sebagai energi masa depan dalam rangka mewujudkan teknologi hijau (green technology). Biogas termasuk teknologi energi yang multifungsi karena residu proses biogas juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk berkualitas tinggi. Pemanfaatan metana dalam biogas juga merupakan tindakan ramah lingkungan. Metana hasil penguraian limbah secara natural yang tidak dimanfaatkan akan terlepas dan mencemari atmosfer sebagai salah satu gas rumah kaca.
Potensi biogas sangat besar sebagai sumber energi terbarukan karena kandungan metana (CH4) yang tinggi dan nilai kalornya yang cukup tinggi yaitu berkisar antara 4.500–6.300 kkal/m3 (Hesse, 1982). Metana (CH4) yang hanya memiliki satu karbon dalam setiap rantainya, dapat membuat pembakarannya lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar berantai karbon panjang. Kemurnian biogas yang dihasilkan dari biodigester belum optimal, kandungan metana (CH4) sekitar 50-60% serta gas karbon dioksida (CO2) sekitar 40-60% (Muryanto et al., 2006)
Gambar-gambar pemanfaatan biogas
Gambar digester anaerobic digeseter biogas




Kotoran ternak sebagai bahan pembuatan biogas






Bak pencampur feses dengan kotoran 


Pemanfaatan biogas sebagai pengganti LPG untuk memasak


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar